Senin, 16 Januari 2012

Hiperaktif / ADHD Pada Anak




ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactive Disorder. Secara harfiah terjemahannya adalah gangguan hiperaktif defisit perhatian.
ADHD adalah gangguan mental yang terutama menyerang anak-anak. Para ahli percaya bahwa setidaknya tiga dari seratus anak usia 4-14 tahun menderita ADHD. Orang dewasa juga terpengaruh oleh ADHD, tetapi kerusakan yang ditimbulkan terhadap kehidupan anak seringkali jauh lebih besar karena efeknya terhadap keluarga, teman sekelas dan guru. ADHD dapat menyebabkan anak-anak tidak punya teman, sering membuat kekacauan di rumah dan sekolah dan tidak mampu menyelesaikan PR mereka.
Hiperaktivitas pada anak penderita ADHD seringkali mulai menjadi perhatian ketika anak-anak mulai berjalan. Satu dari tiga anak digambarkan hiperaktif oleh orang tuanya. Para guru menilai satu dari lima murid mereka hiperaktif.
Bahwa anak dinilai hiperaktif tidak selalu berarti mereka menderita ADHD. Untuk dapat disebut menderita ADHD, anak hiperaktif perlu memiliki karakteristik yang lebih banyak.  Berikut ini adalah beberapa karakteristik ADHD:
  • Tidak bisa duduk diam
  • Tidak bisa berkonsentrasi pada satu hal pada satu waktu
  • Melakukan aktivitas tanpa peduli efeknya
  • Mudah kehilangan sesuatu, lupa dan tidak dapat mengingat apa yang harus dilakukan
  • Banyak bertindak untuk menarik perhatian
  • Kesulitan belajar
  • Impulsif
  • Ceroboh
  • Membuat kecelakaan lebih dari anak-anak lain
  • Sulit diarahkan
  • Tantrum (mengamuk)
  • Agresif
Penyakit mental
Orang tidak kesulitan memahami gejala sakit fisik. Misalnya, jika anak sakit atau mengalami infeksi sehingga demam, orang ingin segera bertindak untuk menolong. Tetapi jika gangguan terjadi di otak anak, pusat kendali tubuh, orang bisa kesulitan memahaminya.
Sebuah cacat kecil di otak dapat mengganggu mental sehingga anak bertindak aneh atau sulit ditangani. Lengan yang patah menimbulkan simpati orang, tapi sistem sel otak yang “patah” tidak membuat orang prihatin. Alih-alih membantu, kadang-kadang orang berkomentar seperti: “Kamu jangan nakal”, “Orang tuanya tidak bisa mendidik!,” atau “Dasar anak bandel” kepada anak penderita ADHD. Mereka tidak menyadari bahwa anak-anak itu tidak dapat mengendalikan perilakunya sendiri.
Anak-anak penderita ADHD berperilaku sama dengan anak normal lainnya, tetapi karena mereka sakit, mereka tidak bisa berhenti. Anak-anak kecil biasa berlarian mengelilingi ruangan, tapi anak penderita ADHD berlari seperti mobil balap yang remnya blong.
Penyebab
1. Genetik/keturunan
Penyebab pasti dari ADHD belum diketahui. Ada banyak penelitian tentang etiologi (penyebab) ADHD, tetapi tidak ada kesimpulan yang tegas dari riset-riset tersebut. Tampaknya reseptor tertentu di otak yang biasanya menanggapi neurotransmiter yang disebut dopamin tidak bekerja dengan benar. Kemungkinan besar, dopamin tidak diproduksi pada tingkat normal dalam otak. Kekurangan dopamin ini mengganggu proses kognitif seperti fokus dan perhatian.
Temuan ini meningkatkan bukti bahwa ADHD adalah suatu kondisi yang diwariskan. Jika salah satu kembar identik memiliki gejala ADHD, kembar lain memiliki risiko 75-91% memiliki gangguan yang sama. Anak-anak penderita ADHD cenderung memiliki salah satu kerabat dekat yang juga ADHD. Sepertiga pria penderita ADHD sewaktu masih kecil mempunyai anak yang juga menderita ADHD. (ADHD lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita dengan perbandingan 3:1).
2. Kondisi kelahiran
Situasi kelahiran juga tampaknya memengaruhi risiko ADHD. Bukti menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dengan berat kurang dari 1500 gram atau melalui komplikasi kelahiran lebih rentan terhadap ADHD.
3. Makanan beracun, obat dan residu pestisida
Faktor lain yang sedang diselidiki untuk mengetahui perannya dalam ADHD adalah eksposur selama kehamilan terhadap logam beracun (seperti timbal, merkuri, dll), zat aditif  makanan (MSG, pewarna buatan, dll) dan obat-obatan (alkohol, obat bius, dll).
Sebuah studi baru di Pediatrics telah membuat hubungan antara paparan organofosfat, pestisida digunakan pada buah-buahan dan tanaman sayuran, dengan ADHD pada anak. Organofosfat membunuh hama pertanian dengan bertindak sebagai neurotoksin pada serangga. Temuan mereka menunjukkan bahwa anak-anak yang terlahir dari ibu yang memakan buah mengandung residu organofosfat di atas ambang batas memiliki risiko ADHD dua kali lipat dibandingkan dengan anak-anak umumnya.
Bukan Penyebab
Menurut Institut Kesehatan Nasional AS, ADHD biasanya tidak disebabkan oleh:
  • Terlalu banyak menonton TV
  • Alergi makanan
  • Kelebihan gula
  • Ketidakharmonisan keluarga
  • Pendidikan yang buruk



Ada tiga gejala yang mengindikasikan seorang anak memiliki gangguan hiperaktif:
  1. Inatensi, yakni rendahnya pemusatan perhatian atau konsentrasi pada anak. Anak-anak degan gangguan hiperaktif tidak atau hanya memiliki kemampuan berkonsentrasi yang sangat rendah. Perhatiannya begitu mudah teralihkan dari satu hal ke hal yang lainnya.
  2. Hiperaktif, yakni anak tidak bisa diam. Ia banyak melakukan gerakan-gerakan dan begitu sulit untuk dibuat duduk diam dan tenang. Ia senang berlari-lari, membuat suara-suara berisik, berjalan kesana kemari, dsb. Karena itu, seringkali anak hiperaktif pulang dengan membawa banyak luka akibat ulahnya sendiri.
  3. Impulsif, yakni lemahnya menunda respon. Perilaku impulsive ini ditandai dengan ketidakmampuan anak mengendalikan sesuatu. Ia biasa melakukan segala sesuatunya tanpa pertimbangan dan sering kali ditunjukkan dengan ketidaksabaran.
Nah, ketika anak mengalami gangguan hiperaktif ini, para ibu biasanya menjadi gugup dan kebingungan. Sering kali mencoba menutup diri dan tidak mau mengakui apa yang dialami anaknya. Padahal, sebetulnya, tidak perlu gugup atau kuatir yang terlalu tinggi.
Menerima dengan ikhlas. Segala sesuatunya telah ditentukan oleh Yang Maha memberikan anak, yaitu Allah. Jika Allah menguji kita dengan hadirnya anak dengan gangguan hiperaktif, itu tandanya Allah Tahu bahwa kita mampu dan dapat mengatasi serta mendidik anak dengan sebaik-baiknya.
Anak hiperaktif cenderung memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ini yang sering kali dilupakan bahkan tidak diperhatikan. Para ibu cenderung bergulat dan berkutat pada kesedihan dan kekecewaan terhadap putranya. Tapi tidak mau melihat, bahwa anak-anak dengan gangguan hiperaktif ternyata memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tugas ibulah yang mencari dan menggali kecerdasan ini.
Ajarkan kedisiplinan. Anak-anak hiperaktif cenderung tidak disiplin. Mereka tidak mau tenang, dan cenderung membangkang. Tidak patuh pada aturan. Nah, jika demikian, maka Anda harus membuat sebuah “kontrak” perjanjian dengannya untuk berlatih disiplin.
Tidak menghukumnya secara berlebihan. Bukan salah anak Anda jika ia hiperaktif. So, jangan menghukumnya karena gangguan hiperaktif ini. Melatihnya berdisiplin, oke. Tapi, dengan cara yang baik dan benar.
Lebih banyak bersabar. Ini adalah tuntutan utama bagi para orangtua. Tanpa kesabaran, maka Anda tidak akan dapat menangani anak Anda dengan baik.
Menjaga komunikasi dan biarkan ia merasakan kasih sayang Anda. Ketika anak melihat dan merasakan perhatian yang diberikan orangtuanya, dan memang, perlu diakui, bahwa menjalin komunikasi dengan anak-anak hiperaktif ini harus senantiasa. Ibaratnya, harus setiap menit kita mengajaknya berkomunikasi. Dan bukannya memanjakan, perhatian terhadap anak-anak hiperaktif memang harus lebih banyak dibandingkan saudara-saudaranya yang normal.

Minggu, 15 Januari 2012

Apa sih Orbs ituu..???


Buat temen-temen yang hobi nonton acara "Bukan Dunia Lain" pasti udah akrab dengan kata ORBS,, apa sih orbs ituuuu, berikut pencerahan tentang istilah yang satu ini..^^
ORBS merupakan sebuah fenomena munculnya lingkaran putih pada sebuah frame foto yang di indikasikan sebagai hadirnya sosok dari dunia lain ( baca; sosok gaib), bulatan bulatan pada frame foto tersebut terkadang muncul dalam jumlah banyak dan meninggalkan jejak. Pada teknologi fotografi digital khususnya untuk penggunaan kamera ultra compact, orbs disebut juga sebagai orbs backscatter. orbs backscatter biasanya terjadi karena konstruksi lensa dan built-in flash yang berdekatan pada kamera multi-compact tersebut sehingga mengecilkan sudut pencahayaan ke lensa dan otomatis menaikkan refleksi pencahayaan pada partikel-partikel yang hampir tak terlihat dengan mata telanjang di depan lensa. Oleh karenanya, orbs backscatter bisa dihasilkan dari partikel-partikel seperti debu, bubuk dan partikel cair yang jatuh seperti misalnya derai air hujan. terkadang kalau kita melihatnya kita berfikir kalau lensa kamera kita kotor sehingga menghasilkan efek bola putih tersebut.

Orbs adalah sebutan yang populer untuk bulatan anomali yang muncul pada foto.Dalam bahasa spanyol biasa disebut dengan canoplas.Dalam kamera dan video orbs muncul seperti bola, permata atau bulatan cahaya dengan ukuran gambar seperti bola golf sampai dengan bola basket. Orbs dipercaya sebagai penampakan hantu oleh paranormal atau orang yang memiliki kemampuan melihat alam gaib. Beberapa orang mampu melihat orbs dengan mata telanjang, ini karena bakat atau dengan latihan. Karena orbs bergerak dengan cepat, maka tidak semua kamera dapat menangkapnya.Butuh kamera dengan resolusi tinggi. Kamera digital dengan resolusi 1.3 mega pixel sekarang sudah bisa menangkap orbs tersebut. Untuk menangkap orbs yang bagus, sangatlah mudah. Anda tinggal masuk ke rumah atau tempat yang dianggap angker oleh masyarakat, sendirian, gunakan kamera digital anda dan foto sembarang ke banyak tempat. Anda juga bisa memfoto orang yang diduga memiliki susuk atau Khodam (Jin). Biasanya setiap kali kita mengambil gambar tersebut dengan kamera digital, orbs selalu muncul disekitar orang tesebut. Orbs bisa membias menjadi seperti kumpulan awan atau asap, dengan istilah Ektoplasma. Ektoplasma ini diduga sebagai transformasi hantu yang kedua sesudah orbs.




Orbs pada rumah Ryan aka Very Idam Henyansah, sang jagal dari Jombang yang menimbun semua korban nya dibawah rumah dan pekarangan rumahnya

Orbs pada sebuah pemakaman umum



Dari beberapa penjelasan diatas terdapat kontradiksi yang menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah ketidak sengajaan oleh sebab sang fotografer mungkin lupa menjaga kebersihan lensa kamera mereka (Noise), namun di lain pihak, banyak juga para fotografer yang mengklaim mereka selalu menjaga performa kamera mereka dalam keadaan bersih dan hasil jepretan tetap menghasilkan Orbs tadi. untuk beberapa pengambilan foto ada yang mengaku kalau gambar mereka setelah cetak bila diperbesar pada lingkaran putih tersebut akan menampakkan sosok gaib (Ghostly phenomena). Selama ini memang dunia gaib menjadi sangat diminati beberapa orang hingga melakukan serangkaian penelitian, salah satunya dengan alat berkomunikasi dengan alam gaib EVP (Electronic voice phenomenon) yang mungkin pernah teman teman saksikan dalam film "White Noise" (beda halnya dengan Orbs yang menagkap energi lain dengan tampilan Visual pada Frame foto, EVP merupakan sebuah alat untuk menampilkan Voice atau suara suara dari alam ghaib). Insya Allah kalau ada waktu akan saya Posting tersendiri mengenai alat EVP ini

Teknologi Digital EVP

Lokasi lokasi yang biasanya cenderung menjadi favorit untuk Orbs menampakkan dirinya adalah seperti rumah kosong yang angker, pemakaman umum. bahkan ada sebuah riset yang menyatakan bahwa tempat ber aura atau energi positif pun bisa jadi tempat penampakan Orbs tersebut, contohnya tempat peribadatan (masjid,pura,gereja,kuil,synagog dll), rata rata mereka yang berhasil mendapatkan gambar Orbs tersebut menggunakan kamera pocket biasa (1.3 MP-keatas) bukanlah sebuah kamera digital yang beresolusi tinggi

sekali lagi artikel ini hanya sebuah penjelasan mengenai Orbs, bukan sama sekali sebuah ajakan untuk berfikir klenik, terkadang hal hal diluar perkiraan dan kemampuan manusia bisa hadir begitu saja tanpa di minta, dan kita sebagai manusia tetap percaya ada kehidupan lain di luar sana, Artikel ini hanya menjelaskan Apa itu Orbs yang mungkin ada beberapa teman teman belum mengetahuinya. bagaimana teman teman menyimpulkan nya? terserah teman teman

Minggu, 08 Januari 2012

Contoh RPP Kelas Rangkap

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(kelas Rangkap)

Mata Pelajaran          :           Kelas IV  Bahasa Indonesia / pembacaan pantun anak dengan                                                         lafal dan intonasi yang tepat
                                            Kelas V IPA/Penggunaan Sumberdaya Alam          
Kelas / Semester        :          III / II
                                            IV / II
Alokasi Waktu           :          2 x 35 menit
Hari/Tanggal             :          Senin, 9 Januari 2012
 _______________________________________________________________________

I.          Standar Kompetensi
            Kelas IV Bahasa Indonesia       : 5.       Mendengarkan pengumuman.
            Kelas V IPA                            : 7.       Memahami perubahan yang terjadi di alam dan
                                                                        hubungannya dengan penggunaan
                                                                        Sumber daya Alam (SDA)

II.        Kompetensi Dasar
            Kelas IV Bahasa Indonesia   :5.1         Menyampaikan kembali isi pengumuman yang
                                                                      dibacakan.
            Kelas V IPA                         :7.7        Mengidentifikasi beberapa kegiatan manusia
                                                                      yang dapat mengubah permukaan bumi                                                                       (pertanian,perkotaan)

III.       Indikator                              
            Kelas IV Bahasa Indonesia    :     Mencatat pokok-pokok pengumuman.
            Kelas V IPA                          :     Mengubah permukaan bumi untuk memenuhi
                                                                kebutuhan misalnya pertanian, pembangunan,
                                                                pemukiman dan pembangunan jalan.

IV.       Tujuan Pembelajaran                     
            Kelas IV Bahasa Indonesia    :    Siswa dapat menyampaikan kembali isi
                                                              pengumuman yang dibacakan
            Kelas V IPA                         :    Siswa dapat menyebutkan akibat dari                                                                                           pertanian, pembangunan pemukiman, dan                                                                                       pembangunan jalan yang dapat mengubah                                                                                       permukaan bumi.


V.        Materi Ajar

            Kelas IV Bahasa Indonesia    :    Naskah pengumuman
            Kelas V IPA                         :    Sumberdaya Alam dan Penggunaanya

VI.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
            Ceramah, demonstrasi, pengamatan, tanya jawab dan diskusi

VII.     Langkah-langkah Pembelajaran
            A.    Kegiatan Awal (10 menit)
                    Kelas IV dan kelas V
                    1. Berdoa
                    2. Mengabsen siswa
                    3. Menyebutkan Tujuan dari pembelajaran

            B.     Kegiatan Inti (25 menit)
                    Kelas IV
                   1. Guru meminta semua siswa mendengarkan pengumuman yang akan dibacakan. Teks                         pengumuman terdapat pada lampiran buku Bina Bahasa Indonesia 4b Siswa                          mendengarkan guru membacakan pantun
                   2. Siswa menjawab pertanyaan sesuai dengan isi pengumuman yang didengar.
                   3. Siswa meringkas pengumuman yang di dengar dalam beberapa kalimat.
                   4. Siswa menyampaikan ringkasan pengumuman
                    Kelas V
                   1. Siswa Menyimak penjelasan guru tentang dampak dari pembangunan jalan,Pemukiman                       dan pertanian terhadap permukaan bumi
                   2. Siswa menyebutkan dampak dari pembangunan jalan, pemukiman dan pertanian                                 secara bergiliran.
                   3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

C.    Kegiatan Akhir (35 menit)
        1. Guru memberikan kata-kata pujian kepada siswa atas keaktifannya dan kesungguhannya              dalam proses belajar.
        2. Mengerjakan Tes Evaluasi
        3. Memberikan Pekerjaan Ruman (PR)

VIII.    Alat/Bahan dan Sumber Belajar
           Kelas IV Bahasa Indonesia    :    Standar Isi, Buku Bina Bahasa Indonesia 4b hal                                                                                     38-39, Ary Astuty Surat kabar     dan majalah                                                                                      anak.
           Kelas V IPA                          :    IPA kelas V S. Rositawaty, Aris Muharam
                                                             Hal. 137-138

IX.       Penilaian
           A.    Prosedur Penilaian
                  Tes Awal                :    dilaksanakan
                  Tes dalam proses    :    dilaksanakan
                  Tes Akhir               :    dilaksanakan
           B.     Bentuk                   :    Tekhnik, Instrumen
                   Bentuk                  :    Isian
                  Tekhnik                  :    Lisan dan Tertulis

           C.     Alat Penilaian
                   Kelas IV
                   Siswa diberi tugas mendengarkan pengumuman dari radio, televisi, atau pengeras suara.                      kemudian,siswa mencatat pokok-pokok pengumuman itu dan diringkas menjadi beberapa                    kalimat.
        
                   Kelas V
                   Isilah Titik-titik dibawah ini dengan benar !
                   1.      Menebang kayu dengan alat tebang berdampak ....................
                   2.      Beternak sapi dilahan perkebunan ....................
                   3.      Melakukan pemburuan hewan langka ....................
                   4.      Mengolah sawah dengan traktor ....................

                    Kunci Jawaban :
                  Kelas IV
                  1.      Kesesuaian dengan pengumuman.

                  Kelas V
                  1.      Positif
                  2.      Negatif
                  3.      Negatif        
                  4.      Positif

           D.     Pedoman Penilaian
                    Kelas IV
                    Skor maksimal 10

                    Kelas V
                   Skor maksimal No1-4 = x2


                                                                              Melakasari, 9 Januari 2012
Mengetahui,                                                       
Kepala Sekolah                                                        Guru Kelas


……………………………                                  ……………………………
Maskun SPd                                                          Kiki Meilinda
NIP.                                                                      NIM.  090641091